Berita

Desimenasi Hasil Riset Pola Surat Suara Tidak Sah Pemilu Presiden 2014 di DIY

Selasa Pahing, 26 Juli 2016 15:50 WIB 458

foto
Para narasumber desimenasi hasil riset pola surat suara tidak sah Pemilu Prsiden 2014 di DIY. (Foto: MJK)

KPU DIY  bekerjasama dengan PolGov Fisipol UGM menyelenggarakan
kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian
Analisa Pola Surat Suara Tidak Sah di DIY pada Pilpres 2014. Acara
tersebut dilaksanakan di Lantai 2 Gedung Fisipol UGM.
Hadir dalam acara tersebut unsur KPU DIY, KPU Kabupaten/Kota Se-DIY,
Bawaslu DIY, Fisipol UGM, Akademisi, Praktisi Pemilu, LSM, Media dan
mahasiswa hari Selasa (26/7).

Berdasarkan SE 173/KPU/IV/2016 bahwa seluruh KPU provinsi di Indonesia
diminta untuk dapat melaksanakan riset terkait partisipasi masyarakat
dalam Pemilu tahun 2014,  adapun KPU DIY melaksanakan riset dengan
tema  surat suara tidak sah pada Pilpres 2014. Dalam sambutannya Ketua
KPU DIY, Hamdan Kurniawan, SIP, MA menyampaikan bahwa Diseminasi Hasil
Penelitian ini merupakan serangkaian kegiatan yang integral sejak
pembukaan kotak suara, FGD, Diseminasi dan penerbitan hasil riset
dalam bentuk buku atau jurnal. Harapannya hasil riset nantinya akan
menjadi legacy dan juga referensi bagi para pihak yang concern
terhadap persoalan kepemiluan.

Sementara Abdul Gaffar Karim, MA dari PolGov UGM dalam sambutannya
menyampaikan bahwa partisipasi pada Pilpres tahun 2014 Di DIY cukup
tinggi yaitu 81,57% no 2 di tingkat nasional setelah Papua sebesar 86%
dan melebihi rata-rata partisipasi di tingkat nasional hanya 71%.
Namun disisi lain suara tidak sahnya juga cukup tinggi yaitu 1,5%
diatas rata-rata nasional yang hanya 1,2%. DIY menarik untuk dilakukan
riset, mengingat Partisipasi tinggi, namun suara tidak sah nya juga
cukup tinggi.

Riset ini bertujuan untuk menemukan pola surat suara tidak sah pada
Pilpres tahun 2014 di DIY dan menjelaskan motif yang melatarbelakangi
atas terjadinya pola tersebut. Metode yang digunakan dalam riset ini
adalah metode campuran yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan
data menggunakan stratified random sampling yaitu teknik sampling yang
menggunakan pembagian populasi ke dalam kelompok kelas yang lebih
kecil. Harapannya disamping sebagai literatur ilmiah, hasil riset di
harapkan dapat memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan
di bidang kepemiluan.

Ketua KPU Kabupaten Bantul Muhammad Johan Komara, S.IP sebagai desiminasi mengatakan, bahwa salah satu obyek riset adalah surat suara Pemilu Presiden Tahun 2014 yang masih disimpan di KPU Kabupaten Bantul.

(MJK)