Berita

SOSIALISASIKAN PEMILU 2019, KPU BANTUL ADAKAN GELAR SENI BUDAYA

Jumat Wage, 4 Mei 2018 08:26 WIB 191

foto

Bantul, kpud-bantulkab.go.id – KPU Bantul menggelar Pagelaran Seni Budaya Satu Tahun Menyongsong Pemilu 2019 di Lapangan Paseban Bantul (21/4). Pagelaran ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, KPU DIY, OPD terkait, Camat dan Lurah se-Kabupaten Bantul, PPK dan PPS se-Kabupaten Bantul, Partai Politik Peserta Pemilu 2019, akademisi, serta masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan acara serentak nasional sekaligus sebagai media Sosialisasi Tahapan Pemilu bagi masyarakat umum.

Pagelaran Seni Budaya ini menampilkan seni budaya khas dari Kabupaten Bantul yaitu Jathilan dari Sanggar Budaya Bimo Murti, Tari-tarian anak dari Sanggar Budaya Rinengga Manunggal Karsa, serta Karawitan SD Muhammadiyah Bantul Kota.

Sebagai penyelenggara, Ketua KPU Bantul memaparkan bahwa tujuan dari diadakannya Pagelaran Seni Budaya ini adalah tersosialisasinya Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Bantul. Adapun masyarakat diminta untuk berperan secara aktif mengawal dan berpartisipasi dalam pemilu 2019. Dalam kesempatan ini beliau juga mensosialisasikan Jingle Pemilu 2019, Sang Sura yang menjadi maskot Pemilu 2019, Partai Politik peserta Pemilu 2019, serta tanggal pelaksanaan pemilu yaitu tanggal 17 April 2019.

Hadir mewakili Ketua KPU DIY, Farid Bambang Siswantoro selaku Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat mengapresiasi kegiatan Pagelaran Seni Budaya yang diselenggarakan oleh KPU Bantul. Beliau menyampaikan bahwa dengan ditampilkannya seni budaya Jathilan yang menjadi ikon Kabupaten Bantul ini akan menarik banyak pihak untuk mengikuti acara, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan Sosialisasi mengenai Pemilu 2019.

Sementara, Wakil Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih menghimbau kepada masyarakat agar tidak menjadikan pemilu sebagai sumber konflik. Dalam hal ini masyarakat memiliki peran yang strategis dan mendasar untuk membentuk pemerintahan yang berintegritas. Sehingga masyarakat diharapkan untuk menggunakan hak pilihnya sebagai wujud kedaulatan bernegara. (kh)