Berita

PENDIDIKAN PEMILIH DIFABEL MENUJU PEMILU 2019 YANG INKLUSIF

Jumat Wage, 4 Mei 2018 13:27 WIB 467

foto

Bantul, kpud-bantulkab@go.id – (3/5/2018) KPU Bantul mengadakan Training Of Facilitator (TOF) bagi penyandang disabilitas untuk menjamin hak politik-nya dalam Pemilu 2019. Bertempat di Sekretariat Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD), acara ini dihadiri oleh penyandang disabilitas dari berbagai unsur, baik tuna netra, tuna daksa, dan tuna rungu wicara dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bantul.

Hadir sebagai narasumber yaitu Sunaji Zamroni, Direktur Institute Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta. Beliau menyampaikan bahwa penyandang disabilitas harus turut berpartisipasi aktif dalam mengawal Pemilu 2019. Hal ini ditujukan untuk membangun pemerintahan yang inklusif dan sejalan dengan prinsip SDGs “no one left behind”. Jumlah penyandang disabilitas di Bantul yang mencapai 6000 orang dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk mengusulkan kebijakan-kebijakan inklusif.  “Penyandang disabilitas harus memperkuat wadah organisasi yang dalam mengadvokasi kebijakan dengan menggunakan pendekatan berbasis hak, bukan kebutuhan, sehingga difabel memiliki daya tawar dalam mengawal kinerja legislatif” jelasnya.

Sementara itu, komisioner KPU Bantul, Titik Istiyawatun Khasanah memaparkan mengenai Pemilu 2019 yang inklusif. Dimana penyandang disabilitas dapat menggunakan hak-nya dalam Pemilu 2019. Pemilih harus pro aktif memastikan namanya terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara sesuai dengan tahapan yang sedang berlangsung saat ini. Terkhusus untuk penyandang disabilitas, Pantarlih akan mencatat jenis disabilitas untuk kemudian disesuaikan dengan TPS setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Bantul, M Johan Komara juga menekankan mengenai pencatatan jenis disabilitas oleh Pantarlih. Apabila Pantarlih tidak mencatat jenis disabilitasnya, pemilih disabilitas dapat melaporkan kepada PPS dan PPK setempat, maupun kepada KPU Bantul berkaitan dengan penyediaan TPS yang inklusif. (kh)