KPU Kabupaten Bantul

Pemilu Presiden

9 Juli 2014

  • Pengunjung: 125897
  • Online: 1
  • Hari ini: 128

Bimtek Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2014 bagi PPK

— Kamis Pahing, 27 Februari 2014 20:02 WIB – dibaca: 313

Pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilu 2014 ada beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya, diantaranya untuk coblos lebih dua kali dinyatakan sah dan dihitung sebagai suara parpol juga lampiran formulir Model C berupa sertipikat hasil penghitungan suara menjadi satu untuk suara DPR, DPD dan DPRD.

Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul Arif Widayato, S.FilI saat memberikan materi pemungutan dan penghitungan suara bagi Ketua PPK dan Sekretaris serta Pelaksana Teknis Sekretariat PPK, dalam kegiatan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2014 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Bantul hari Kamis (27/2) di Ros In Hotel, Yogyakarta.

Ketua KPU Kabupaten Bantul M Johan Komara, S.IP dalam sambutan pembukaannya mengharapkan agar netralitas atau independensi sebagai asas bagi penyeleggara Pemilu sampai di tingkat KPPS benar-benar dijaga, diawali pada saat rekruitmen calon anggota KPPS yang harus terbentuk paling lambat tanggal 9 Maret 2014 oleh PPS atas nama KPU Kabupaten. Terkait dengan bimbingan teknis, diharapkan PPK segera memberikan bimbingan teknis kepada PPS dan PPS kepada KPPS secara berjenjang, lanjut M Johan Komara, S.Ip.

Sedangkan Divisi Teknis Penyelenggara KPU DIY Nur Huri Mustofa, S.Ag. M.SI yang hadir pada kesempatan tersebut mengingatkan agar administrasi dan dokumentasi hasil pemungutan suara dari tigkat TPS sampai di KPU benar-benar dijaga dan diselamatkan, sehingga apabila ada perselisihan hasil pemungutan suara memudahkan dalam mendapatkan alat bukti di persidangan. “Karena itu penyelenggara harus bertugas sesuai regulasi dan jangan berimprovisasi” tegasnya. (bn)